Seberapa seringkah kita mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW? Tahukah bahwa ada banyak sekali manfaat yang mampu kita peroleh ketika kita membaca shalawat kepada Nabi?

Lantas apa yang disebut shalawat itu?
Shalawat yaitu satu diantara langkah kita menyintai dan mengakui kerasulan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW , serta memohon pada Tuhan SWT supaya menganugerahkan keutamaan serta kemuliaanNya untuk kebaikan kita sebagai umatnya.
Dalam soal ini , tampak terperinci sesungguhnya inti sholawat bukanlah sekedar hanya menyenandungkan madah pada baginda Nabi kiamat saja , namun juga mempunyai sisi lain yakni bermunajat pada sang Khaliq sebagai Raja Semesta Alam.
Sehingga ada semua impian yang di maksudkan dan butuh penghubung sosok kinasih-Nya yang tidak lain Rasulullah SAW supaya di perkenankan.
“Sesungguhnya Tuhan dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai beberapa orang yang beriman , bershalawatlah anda untuk Nabi serta ucapkanlah salam penghormatan padanya. ” (QS. al-Ahzab : 56).
Telah banyak narasi–narasi mengagumkan mengenai manfaat dan banyak sekali pesan yang tersirat yang dihadapi oleh mereka yang suka bersholawat , baik mereka yang telah di panggil yang kuasa ataupun yang masih hidup di jaman sekarang ini.
Seperti oase yang bertahan dalam pengelanaan zaman , terus menerus lamat terkenang dan tak pernah lekang oleh waktu.
Melantunkan shalawat bukan sekedar menghadirkan ketenangan hati , namun juga mengundang pesan yang tersirat sendiri yang bahkan juga tak akan mampu di jangkau nalar.
Seperti yang dikisahkan dalam satu dongeng yang di sadur dari buku 114 Narasi Riil Doa – Doa Terkabul , karya Tauhid Nur Azhar dan Sulaiman Abdurrahim , begini sangkanya ,
Alkisah , seorang ulama zuhud berjulukan Muhammad Abdullah bin Mubarrak keluar dari daerah tinggalnya untuk menunaikan beribadah haji.
Di sana , dia lihat cowok yang demikian larut dalam lantunan shalawat yang di senandungkannya , demikian pula ketika di Mina serta Padang Arafah , Abdullah mencicipi cowok itu masihlah asyik saja dalam lantunan sholawatnya.
“Hai pemuda” tegur Abdullah pada cowok itu.
“Setiap daerah ada bacaan dan doanya sendiri , mengapa engkau tak jadi perbanyak shalat serta doa walau
sesungguhnya itu yang lebih di tuntut , tengah engkau mulai semenjak tadi hanya asik bersholawat saja”
“Saya mempunyai satu argumen sendiri kenapa saya tentukan sekian khusyu’ dalam bacaan sholawat” jawab cowok itu.
“Saya beranjak dari tanah air Khurasan berbarengan bapak saya untuk menunaikan beribadah haji. Setiba kami di Kufah , Bapak saya terkena penyakit kronis hingga ia hembuskan nafas terakhirnya di hadapan saya sendiri.
Lantas saya tutup wajahnya dengan kain sarung yang ada. Namun malangnya ketika saya ambil kembali kain sarung itu , muka bapak saya telah bertukar jadi himar (keledai).
Bagaimana saya menginformasikan pada orang-orang tentang wafatnya bapak saya tengah berwajah ketika ini sekian hina dan memalukan , lantas saya duduk terdiam di sisi jenazah ayah saya dalam kebingungan hingga tertidur serta punya mimpi.
Dalam mimpi itu saya berjumpa dengan cowok yang menggunakan penutup muka serta demikian baik akhlaknya.
Dia lantas buka penutup muka itu seraya memandang saya serta berkata , ‘Mengapa engkau bersedih dengan apa yang telah berlangsung? ’ ,
saya menjawab , ‘Bagaimana saya tak bersedih tengah dialah orang yang paling saya sayangi”. lanjutnya.
Pemuda itu lantas mendekati jenazah ayah saya serta mengusap berwajah hingga berpindah menyerupai waktu lalu , saya juga lihat muka jenazah ayah saya yang sekian berderang pancarkan cahaya menyerupai purnama yang gres terbit.
‘Engkau siapa? ” bertanya saya pada cowok ganteng itu.
‘Saya yang dipilih (Muhammad). ”
Lantas saya memegang jemarinya dan berkata , ‘Wahai Tuan , katakan saya bagaimana peristiwa ini mampu berlangsung?. ’
“Sesungguhnya ayahmu seseorang pemakan harta riba , Tuhan telah tentukan hukuman buat mereka semoga di ubah berwajah jadi muka keledai yang hina di dunia tetapi tak di akhirat.
Semasa hayatnya juga , ayahmu termasuk juga orang yang suka bersholawat kepadaku sejumlah 100 kali sebelumnya tidur.
Kaprikornus ketika amalan umatku di pertontonkan , malaikat telah mengemukakan keadaan ayahmu kepadaku. Saya telah memohon izin pada Tuhan untuk berikanlah syafaat pada ayahmu. Serta sekian saya datang untuk memulihkan muka ayahmu menyerupai sediakala”
MasyaAllah , sungguhlah besar sekali keistimewaan yang mampu diperoleh dari melafalkan shalawat kepada Rasulullah SAW.
Marilah kita sisipkan shalawat kepada Nabi di saat-saat kita sedang beraktifitas selain membaca doa yang telah dianjurkan.
Demikian pula semoga narasi di atas mampu di ambil pelajaran serta memiliki kegunaan untuk pembaca semuanya , yakni dengan senantiasa membaca shalawat mampu memberi syafaat pada kita baik didunia ataupun di akhirat.
Wallahu a'lam bishawab.
0 Response to "Kisah Nyata: Ketika Ayahku Wafat dan Hal Aneh Terjadi Ternyata Penyebabnya Karena Shalawat 100 Kali Sebelum Tidur Merinding Bacanya!!"
Posting Komentar