Berniat Sedekah ke Seorang Nenek Penjual Sapu Wanita Ini Kaget Sang Nenek Malah Lakukan Ini!!

 Menjalani kehidupan dengan jujur serta berdikari sungguh bukan suatu  hal yang mampu dibilang mudah.
Seringkali kita menghadapi tantangan dan cobaan ketika mencoba untuk menjalani kehidupan dengan cara tersebut.



Meski begitu , keteguhan serta kesabaranlah yang mampu menjadi senjata ampuh dalam menjalani kehidupan yang seolah menghadirkan tantangan berat setiap harinya.

Hal serupa dialami oleh seorang nenek penjual sapu ijuk ini.
Mau tahu bagaimana kisahnya:
Simak di bawah ini :

Seorang sahabat menceritakan kekagumannya pada seorang nenek yang mangkal di depan Pasar Godean , Sleman , Yogyakarta.
Ketika itu hari Minggu , ketika ia dan keluarganya hendak pulang usai silaturahim bersama kerabat , mereka melewati Pasar Godean.

Ibu dan sahabat saya terpengaruhi membeli ayam goreng di depan pasar untuk sajian makan malam.
Kebetulan hari mulai gelap.
Di samping warung ayam goreng tersebut ada seorang nenek berpakaian lusuh kolam pengemis.

Duduk bersimpuh tanpa bantalan sambil merangkul tiga ikat sapu ijuk.

Keadaannya terlihat payah , lemah , dan tak berdaya.
Setelah membayar ayam goreng , ibu sahabat saya bermaksud memberi Rp. 1000 ,- (tahun 2004) sebab iba dan menganggap nenek tadi pengemis.
Saat menyodorkan lembaran uang tadi , tidak diduga si nenek malah menunduk kecewa dan menggeleng pelan.

Sekali lagi diberi uang , sekali lagi nenek itu menolak.
Penjual ayam goreng yang kebetulan melihat kejadian itu kemudian menjelaskan bahwa nenek itu bukanlah pengemis , melainkan penjual sapu ijuk.

Paham akan maksud eksistensi sang nenek yang bahu-membahu , ibu sahabat saya jadinya memutuskan membeli tiga sapunya yang berharga Rp. 1.500 ,- per ikat. Meskipun ijuknya jarang-jarang dan tidak cantik , ikatannya pun longgar.
Menerima uang Rp. 5.000 ,- si nenek tampak ngedumel sendiri.
Ternyata ia tidak punya uang kembalian.

"Ambil saja uang kembaliannya ," , kata ibu sahabat saya.
Namun , si nenek ngotot untuk mencari uang kembalian Rp. 500 ,-.
Dia lalu bangun dan dengan susah payah menukar uang di warung terdekat.

Ibu sahabat saya terpaku melihat polah sang nenek.
Sesampainya di kendaraan beroda empat , ia masih terus berpikir.

Bagaimana mungkin di zaman sekarang masih ada orang yang begitu jujur , berdikari , dan mempunyai harga diri yang begitu tinggi.
---
Kisah oleh Rizky Taufan , di Kudus , sebagaimana yang termuat di Majalah Intisari Agustus 2004.

sumber : palembang.tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berniat Sedekah ke Seorang Nenek Penjual Sapu Wanita Ini Kaget Sang Nenek Malah Lakukan Ini!!"

Posting Komentar